CIREBON – Aksi nyata Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Siti Farida Rosmawati untuk membantu warga yang terdampak akibat banjir melanda kota Cirebon patut diacungi jempol.
Saat turun langsung menemui warga pada Minggu (11/1/2026) yang rumahnya mengalami kerusakan parah akibat ambruk dan banjir, Siti Farida memberikan bantuan renovasi menggunakan dana pribadinya, termasuk gaji yang dikumpulkan selama 11 bulan terakhir.
Aksi kemanusiaan ini bermula sekitar pukul 09.30 WIB, saat Siti Farida mengunjungi rumah Loli Harliana (65) di RT 2 RW 4 Pegajahan Utara, Kelurahan Jagasatru Kota Cirebon.
Rumah Loli yang ambruk pada 8 November 2025 lalu, menjadi salah satu contoh rumah warga yang belum tersentuh bantuan pemerintah. Siti Farida langsung menyerahkan bantuan renovasi didampingi aparat kelurahan setempat.
Tidak berhenti di situ, Wakil Wali Kota yang akrab disapa Rida ini juga mengunjungi rumah Ismet dan Farida di RT 4 RW 4 Gombol Gede Dalam, Kelurahan Kalijaga.
Pada kesempatan itu, Rida memberikan bantuan renovasi untuk perbaikan yang lebih sebab Rumah pasangan suami istri ini sebelumnya hanya dipasang atap sementara dari asbes.
Selanjutnya, Rida mendatangi rumah Abdurahman di RT 8 RW 3 Kalijaga. Rumah ini hampir sepenuhnya hancur akibat banjir yang kerap terjadi karena lokasinya yang berada di pinggir sungai.
Rida menyerahkan bantuan tunai sekaligus meninjau kondisi sungai yang dangkal dan berpotensi mengancam keselamatan warga.
Kunjungan terakhir dilakukan di rumah Muanah (75) di RT 1 RW 3 Kalijaga. Sama seperti sebelumnya, Rida memberikan bantuan tunai agar rumah warga bisa segera diperbaiki.
Siti Farida menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan memberikan bantuan renovasi rumah tidak layak huni secara langsung.
“Di akhir 2025, terdapat 378 permohonan bantuan rumah tidak layak huni yang belum tersentuh pemerintah. Baru 59 rumah yang menerima bantuan melalui dana BTT, sisanya masih menunggu pencairan,” ujar Rida.
Ria menambahkan, musim penghujan memperburuk kondisi rumah warga. “Banyak laporan rumah ambruk masuk ke kami. Melihat warga tinggal di rumah tanpa atap, saya merasa perlu turun langsung menggunakan dana pribadi untuk membantu,” katanya
Bantuan yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 25 juta, tergantung tingkat kerusakan rumah. “Ini adalah kontribusi nyata saya agar warga bisa segera menempati rumah yang layak dan aman,” ujar Rida.
Ia pun berharap, Pemkot Cirebon melalui dinas terkait segera menindaklanjuti perbaikan rumah warga yang rusak. “Meskipun ini bukan bagian dari tugas pokok saya, saya tetap turun ke lapangan untuk membantu warga,” tegasnya.
Langkah Siti Farida ini menjadi contoh kepemimpinan empatik dan proaktif yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Inisiatifnya menggunakan gaji pribadi selama 11 bulan untuk perbaikan rumah menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu menunggu birokrasi, tapi bisa dimulai dari tindakan nyata. (Eno)












